Awal Mula & Dedikasi Dokumentasi Mandiri
Lahir di Bandung pada 2 Februari 1988, perjalanan dokumentasi Dian Rana bermula pada 17 April 2021. Berangkat dari rasa ingin tahu tanpa agenda resmi maupun penugasan khusus, ia mulai merekam bentang alam calon ibu kota baru dengan kamera pribadinya. Pada masa itu, pembangunan berskala masif belum berjalan; kawasan tersebut masih didominasi hutan alami, permukiman warga, dan infrastruktur awal. Rekaman pada periode ini menjadi saksi visual yang sangat penting sebelum transformasi besar berlangsung.
Kini, di sela dedikasi dokumenter dan karya literasinya, Dian tinggal bersama keluarganya, didampingi sang istri serta kedua putranya, Raka Alvaro Khayana Alexis dan Shakeel Fairush Alexis.
Dari Konten Digital Menuju Memori Kolektif Bangsa
Selama lebih dari lima tahun, Dian merekam setiap jengkal perubahan lanskap: mulai dari pembukaan akses jalan, infrastruktur dasar, pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan, hingga proyek-proyek strategis lainnya.
Dari total sekitar 1.500 video yang telah dihasilkan, Dian mengambil langkah penting dengan memprivat sekitar 1.200 video dari ruang publik untuk menjalani proses kurasi mandiri. Langkah ini diambil atas kesadaran bahwa rekaman tersebut memiliki nilai historis dan kearsipan berharga yang harus diselamatkan sebagai sumber pembelajaran generasi mendatang.
Dedikasi tersebut mencatat sejumlah pencapaian bersejarah:
- Penghargaan & Penetapan Arsip Statis ANRI (19 Mei 2026):
Pada momentum peringatan Hari Kearsipan ke-55 di Jakarta, sebanyak 27 nomor arsip karya Dian Rana resmi ditetapkan sebagai arsip statis negara. ANRI turut menganugerahkan penghargaan atas kontribusinya dalam penyelamatan dan pelestarian arsip bernilai guna bagi kepentingan nasional. - Kelanjutan Penyerahan Arsip:
Dian kembali menyerahkan 102 file video pada bulan Juni 2026, dan 70 file video dan gambar pada bulan Juli 2026, hasil kurasi mandiri ke ANRI untuk menjalani proses penilaian lebih lanjut guna melengkapi khazanah arsip nasional.
Karya & Pengakuan
Kiprah Dian Rana membuktikan bahwa warga biasa dapat turut berperan aktif dalam mencatat dan menjaga sejarah bangsa.
- Menjadi Pionir:
Arsip Nasional Republik Indonesia menobatkan Dian Rana sebagai Dokumentator Independen Pertama yang menyerahkan Arsip Statis pembangunan IKN dan dilestarikan di ANRI, sebagaimana tercantum dalam Surat ANRI No. B/KN.00.02/534/2026. - Penulis Buku:
Menulis buku nonfiksi berjudul “Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar”, yang merangkum catatan lapangan, refleksi personal, dan dinamika di balik layar pembangunan IKN. - Sorotan Media Global & Nasional:
Kiprah lapangannya diulas oleh media internasional Rest of World sebagai salah satu dokumentator independen di IKN, serta disematkan predikat saksi sejarah IKN oleh Radio Republik Indonesia (RRI).