Arsip Statis ANRI
Sebanyak 27 nomor arsip dokumentasi pembangunan IKN karya Dian Rana ditetapkan sebagai arsip statis dan dilestarikan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia.
Dian Rana adalah dokumentator independen pertama yang menyerahkan arsip pembangunan IKN yang kemudian ditetapkan sebagai Arsip Statis dan dilestarikan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Dikenal sebagai Saksi Sejarah IKN, Dian Rana secara mandiri mendokumentasikan perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara sejak kawasan tersebut masih berupa hutan, permukiman warga, dan infrastruktur awal hingga berkembang menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia.
Dokumentasi tersebut tidak berhenti sebagai konten digital. Sebagian rekaman dikurasi dan diserahkan kepada ANRI sebagai bagian dari upaya penyelamatan memori visual pembangunan IKN untuk kepentingan sejarah, pendidikan, dan generasi mendatang.
Yang menyerahkan arsip pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai Arsip Statis yang dilestarikan di Arsip Nasional Republik Indonesia.
Selama bertahun-tahun, Dian Rana mendokumentasikan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara mandiri. Rekaman yang pada awalnya dibuat sebagai dokumentasi pribadi kemudian menjadi bagian dari perjalanan kearsipan nasional.
Pada 19 Mei 2026, ANRI menerima arsip pekerjaan atau kegiatan pendokumentasian pembangunan Kawasan Ibu Kota Nusantara sebanyak 27 Nomor Arsip tahun 2021–2022 dalam bentuk digital (MP4).
Satu pencapaian utama, diperkuat oleh dokumen resmi dan publikasi Arsip Nasional Republik Indonesia. Periksa sumbernya secara langsung melalui tautan resmi di bawah ini.
Pada Oktober 2023, Dian Rana mengambil langkah berani dengan meninggalkan pekerjaan korporat dan memusatkan seluruh waktu serta dedikasinya untuk mendokumentasikan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara mandiri.
Keputusan tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan profesionalnya. Dari pekerjaan administratif dan supervisi, Dian memilih menjadikan dokumentasi sebagai pekerjaan utama dan terus merekam perubahan kawasan IKN dari waktu ke waktu.
Fase ini kemudian melahirkan karya-karya visual yang tidak hanya dipublikasikan sebagai konten digital, tetapi juga dikurasi dan diserahkan kepada ANRI untuk kepentingan kearsipan dan pelestarian memori sejarah.
Perjalanan dokumentasi Dian Rana bermula pada 17 April 2021.
Berangkat dari rasa ingin tahu tanpa agenda resmi maupun penugasan khusus, ia mulai merekam bentang alam calon ibu kota baru dengan kamera pribadinya.
Pada masa itu, pembangunan berskala masif belum berjalan, kawasan tersebut masih didominasi hutan industri, permukiman warga, dan infrastruktur awal. Rekaman pada periode tersebut kemudian menjadi bagian penting dari dokumentasi visual mengenai transformasi kawasan IKN.
“Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya berharap, suatu hari nanti, kedua anak saya bisa berkata: Ayah pernah ada. Ayah melihat semuanya.”
Kini, di sela dedikasi dokumenter dan karya literasinya, Dian terus berkarya melalui dokumentasi, tulisan, serta aktivitas komunikasi publik.
Selama lebih dari lima tahun, Dian merekam perubahan lanskap IKN: mulai dari pembukaan akses jalan, pembangunan infrastruktur dasar, kawasan inti pusat pemerintahan, hingga berbagai proyek strategis lainnya.
Dari sekitar 1.500 video yang telah dihasilkan, Dian kemudian mengambil langkah untuk memprivat sekitar 1.200 video dari ruang publik guna menjalani proses kurasi mandiri.
Langkah tersebut dilakukan atas kesadaran bahwa sebagian dokumentasi tidak hanya memiliki nilai sebagai konten digital, tetapi juga berpotensi menjadi sumber informasi historis dan kearsipan mengenai perjalanan pembangunan IKN.
Dian Rana mulai mendokumentasikan kawasan calon Ibu Kota Nusantara secara mandiri menggunakan kamera pribadi.
Sebanyak 27 nomor arsip karya Dian Rana resmi ditetapkan sebagai arsip statis dan dilestarikan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Dian kembali menyerahkan 102 file video hasil kurasi mandiri kepada ANRI untuk menjalani proses penilaian lebih lanjut.
Sebanyak 70 file video dan gambar kembali diserahkan kepada ANRI sebagai bagian dari proses pelengkapan khazanah arsip.
Sebelum dikenal sebagai dokumentator independen, Dian Rana memiliki perjalanan profesional yang dimulai dari bidang keamanan, kemudian berkembang ke bidang administrasi dan supervisi.
Memulai perjalanan profesional sebagai Security Guard, menjalankan tugas pengamanan dan menjaga keamanan lingkungan kerja.
Melanjutkan karier sebagai Security Officer dengan tanggung jawab dalam pengawasan keamanan dan pelaksanaan prosedur operasional di lingkungan kerja.
Beralih ke bidang administrasi sebagai Site Administrations, menangani berbagai kebutuhan administrasi dan operasional di lingkungan kerja.
Menangani administrasi payroll serta berbagai kebutuhan administrasi yang berkaitan dengan pengelolaan data dan proses administrasi karyawan.
Mengemban tanggung jawab sebagai Supervisor Administrations, mengawasi pekerjaan administrasi serta mendukung kelancaran proses operasional di lingkungan kerja.
Rekam jejak profesional Dian Rana telah terdaftar dan tervalidasi pada pangkalan data International Standard Name Identifier (ISNI) sejak November 2025.
ISNI merupakan sistem identifikasi internasional untuk membedakan dan menghubungkan identitas kontributor karya kreatif dan intelektual di berbagai bidang.
Registrasi ini memperkuat identitas profesional Dian Rana sebagai penulis, pelaku audiovisual, pencipta arsip, dan dokumentator.
Perjalanan Dian Rana menunjukkan bahwa dokumentasi sejarah tidak selalu harus dimulai dari sebuah institusi. Warga biasa juga dapat mengambil peran dalam merekam, menyelamatkan, dan mewariskan jejak perubahan bangsa.
Sebanyak 27 nomor arsip dokumentasi pembangunan IKN karya Dian Rana ditetapkan sebagai arsip statis dan dilestarikan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia.
Dian Rana dikenal melalui kiprahnya sebagai dokumentator independen yang merekam perjalanan pembangunan IKN sejak tahap awal transformasi kawasan.
Menulis buku nonfiksi “Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar” , yang merangkum catatan lapangan, refleksi personal, dan dinamika di balik layar pembangunan IKN.
Kiprahnya mendapat perhatian media nasional dan internasional, termasuk Rest of World dan Radio Republik Indonesia (RRI), yang mengangkat perjalanan dokumentasinya di IKN.
Selain menjalankan aktivitas dokumentasi, Dian Rana juga memperoleh sejumlah penghargaan dan dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan yang membahas IKN, pembangunan Nusantara, media sosial, komunikasi digital, serta dokumentasi.
Balai Bahasa Kalimantan Timur
Pegiat Media Sosial yang mengutamakan Bahasa Negara di Ibu Kota Nusantara.
Arsip Nasional Republik Indonesia
Peran Serta dalam Penyelamatan dan Pelestarian Arsip yang Bernilai Guna Pertanggungjawaban Nasional bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara.
Media Kaltim Network
Penghargaan Media sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah Dian Rana sebagai independent documenter.
Dirjen Informasi Publik Kemenkominfo
Menuju Ibu Kota Nusantara yang Berkelanjutan: Inovasi dan Tantangan.
Kementrian Sekretariat Negera
Generasi Muda, Merajut Masa Depan, Mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Universitas Gunadarma
Geliat Pembangunan IKN dari Perspektif Penggiat Media Sosial.
Tribunnews
Wawancara mengenai perjalanan dokumentasi Dian Rana terhadap perubahan kawasan IKN.
Biro Adpim Kaltim
Pengelolaan dan pemanfaatan media digital.
Metro TV
IKN Jadi Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran.
Elshinta
Cara Anak Muda Menyuarakan Ide Lewat Media Sosial.
Universitas Gunadarma
Membahas perkembangan pembangunan IKN pada tahap II.
Universitas Djuanda Bogor
Talkshow Bedah Buku Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar .
Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar adalah autobiografi Dian Rana tentang perjalanan hidup, perjuangan, dan proses panjang mendokumentasikan Ibu Kota Nusantara.
Buku ini merekam perjalanan dari keterbatasan menuju sebuah kesempatan untuk menyaksikan, merekam, dan meninggalkan jejak di tengah salah satu proyek pembangunan terbesar Indonesia.
Seperti sebuah arsip, buku ini bukan sekadar tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang manusia, keputusan, ketekunan, dan cerita di balik sebuah perjalanan panjang.
Dian Rana terbuka untuk berbagi perspektif mengenai sejarah IKN, dokumentasi digital, arsip, literasi, dan komunikasi publik pembangunan Nusantara.
Dian Rana terus mendokumentasikan, mengarsipkan, dan menulis perjalanan Nusantara sebagai bagian dari upaya menjaga memori visual Indonesia untuk masa depan.
Sejumlah pemberitaan media menjadi referensi publik mengenai perjalanan dokumentasi Dian Rana, pengakuan ANRI, dan karya yang lahir dari proses panjang mendokumentasikan IKN.
Referensi eksternal diakses melalui situs masing-masing penerbit. Judul ditampilkan sebagai rujukan dan tetap menjadi hak penerbit terkait.