Dian Rana adalah penulis dan dokumentator Indonesia yang dikenal sebagai salah satu saksi awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia mendokumentasikan dinamika pembangunan sejak fase awal berdasarkan pengalaman langsung di lapangan.
Lahir di Bandung dan tumbuh di lingkungan desa transmigrasi di Sulawesi Tengah tanpa sosok ayah, Dian menghadapi berbagai keterbatasan sejak kecil, termasuk pengalaman bencana banjir yang membawanya berpindah ke Kalimantan. Kedekatannya dengan wilayah tersebut membentuk perspektifnya sebagai warga lokal yang menyaksikan langsung transformasi kawasan yang kini menjadi IKN.
Ketertarikannya terhadap IKN bermula dari rasa penasaran terhadap rupa ibu kota baru Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi komitmen untuk terus hadir dan mendokumentasikan proses pembangunannya secara berkelanjutan.
Perspektifnya sempat mendapat perhatian media internasional Rest of World, yang menyoroti peran warga lokal dalam membentuk narasi pembangunan. Sejumlah dokumentasinya juga tengah dalam proses penetapan sebagai arsip statis oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Pengalaman tersebut dituangkan dalam buku Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar, yang mengisahkan perjalanan hidupnya sekaligus keterlibatannya dalam mendokumentasikan pembangunan IKN.
Merekam perjalanan nyata dari lapangan menjadi dokumentasi yang memiliki nilai jangka panjang.
Di Balik Layar Nusantara bukan sekadar kisah hidup—ini adalah rekam jejak seorang warga yang tanpa rencana berada di dalam arus salah satu perubahan terbesar dalam sejarah Indonesia. Buku ini merangkai tiga fase kehidupan Dian Rana dalam satu narasi utuh. Karya ini juga diterbitkan dalam dua format yang saling melengkapi: versi eBook disajikan dalam tiga seri terpisah, sementara edisi cetak ini menghadirkan keseluruhan kisah tersebut dalam satu buku utuh untuk pengalaman membaca yang lebih menyeluruh.
Datang langsung ke lapangan, melihat dan merasakan tanpa perantara.
Mengabadikan momen bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk diingat.
Dari pengalaman, saya mulai mengerti hal-hal yang tidak terlihat di permukaan.
Mengubah pengalaman menjadi cerita dan refleksi yang bisa dirasakan orang lain.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (2022-2024)
Pematung & Arsitek Istana Negara - Ibu Kota Nusantara
Perancang Kota
Guru Besar Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.