Blog
- Penelitian NTU “Nusantara: Beyond the Blueprint” Soroti Perjalanan Dokumentasi Dian Rana
MENU

Penelitian NTU “Nusantara: Beyond the Blueprint” Soroti Perjalanan Dokumentasi Dian Rana

Nusantara, 12 September 2026 —

Perjalanan Dian Rana dalam mendokumentasikan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu perspektif yang disoroti dalam penelitian “Nusantara: Beyond the Blueprint” yang disusun oleh dua mahasiswa Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Azlee Anis Nabilah dan Sara Bapat.

Sara dan Anis sebelumnya datang ke Nusantara pada Januari 2026 dan mewawancarai Dian Rana sebagai salah satu narasumber dalam penelitian mereka. Penelitian tersebut berupaya melihat perkembangan Nusantara tidak hanya dari sisi pembangunan dan infrastruktur, tetapi juga melalui pengalaman serta suara orang-orang yang berada di lapangan.

Dalam tulisan tersebut, Sara dan Anis menguraikan perjalanan Dian sejak mulai mendokumentasikan perkembangan Nusantara pada 2021. Mereka juga menyoroti bagaimana Dian kemudian meninggalkan pekerjaannya pada 2023 untuk lebih serius mendokumentasikan pembangunan ibu kota baru Indonesia, hingga menetap di Sepaku pada tahun berikutnya.

Bagi Dian, dokumentasi yang awalnya dilakukan karena rasa ingin tahu kemudian berkembang menjadi perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa rekaman-rekaman yang saya buat hanya karena rasa ingin tahu akan menempuh perjalanan sejauh ini.”

Salah satu bagian yang paling berkesan bagi Dian adalah ketika penulis menggambarkan perannya dalam perjalanan Nusantara:

“Through his lens, he has become an informal archivist of Nusantara’s early days.”

Melalui lensanya, Dian disebut telah menjadi informal archivist dari masa-masa awal Nusantara.

Penelitian tersebut juga menggambarkan bagaimana Dian menyaksikan perubahan kawasan dari waktu ke waktu, dari wilayah yang masih didominasi hutan dan jalur konstruksi hingga mulai berdirinya berbagai bangunan pemerintahan dan fasilitas baru.

Bagi Dian, pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa dokumentasi jangka panjang memiliki nilai tersendiri.

“Saya tidak pernah berniat melakukan sesuatu seperti itu. Saya hanya penasaran,” ujar Dian dalam wawancara yang dikutip dalam penelitian tersebut.

Keterlibatan Dian dalam penelitian ini menjadi bagian lain dari perjalanan dokumentasinya tentang Nusantara, yang sebelumnya juga membawanya ke ranah kearsipan negara. Pada Mei 2026, sebagian arsip dokumentasi IKN yang diserahkannya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ditetapkan sebagai Arsip Statis.

Dian menyampaikan apresiasi kepada Sara dan Anis atas kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan dokumentasinya.

“Untuk Sara dan Anis, terima kasih sudah memberikan ruang bagi kisah saya dalam laporan penelitian kalian. Semoga apa yang kalian kerjakan bermanfaat bagi banyak orang dan menjadi bagian dari perjalanan ilmu pengetahuan yang terus berkembang.”

Bagi Dian, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah karya terkadang memiliki jalannya sendiri. Apa yang awalnya hanya direkam karena rasa ingin tahu, pada akhirnya dapat menjadi bagian dari berbagai catatan mengenai perjalanan awal Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.