Dian Rana

Profil Dian Rana

Dian Rana adalah dokumentator independen Indonesia yang dikenal atas kontribusinya dalam penyelamatan dan pelestarian arsip terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagian dokumentasi yang ia hasilkan telah diserahkan dan ditetapkan sebagai Arsip Statis oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sehingga menjadi bagian dari memori kolektif bangsa dan sumber sejarah yang dilestarikan untuk generasi mendatang. Atas kontribusi tersebut, ANRI memberikan penghargaan berupa “Apresiasi atas Peran Serta dalam Penyelamatan dan Pelestarian Arsip yang Bernilai Guna Pertanggungjawaban Nasional bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara.”

Perjalanannya di tanah Nusantara berawal dari rasa ingin tahu pribadi, jauh sebelum IKN menjadi perhatian luas. Tanpa afiliasi institusi maupun mandat resmi, ia mendokumentasikan proses transformasi besar yang berlangsung di Kalimantan Timur. Fokus dokumentasinya tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga kehidupan masyarakat, perubahan sosial, dinamika lingkungan, serta berbagai perspektif yang muncul selama proses pembangunan berlangsung.

Lahir di Bandung pada 2 Februari 1988 dan tumbuh di lingkungan desa transmigrasi di Sulawesi Tengah, Dian menjalani masa kecil yang diwarnai berbagai tantangan kehidupan. Pengalaman tersebut membentuk kepekaannya terhadap perubahan sosial dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap peristiwa penting perlu didokumentasikan sebagai bagian dari rekam jejak sejarah.

Ketertarikannya terhadap Ibu Kota Nusantara bermula dari rasa ingin tahu pribadi terhadap perubahan besar yang sedang berlangsung di Kalimantan Timur. Sejak 2021, tanpa berafiliasi dengan institusi tertentu, ia secara mandiri mendokumentasikan perkembangan kawasan IKN melalui video lapangan, fotografi, dan berbagai bentuk dokumentasi visual lainnya. Dokumentasinya tidak hanya menyoroti pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga kehidupan masyarakat lokal, dinamika sosial, serta sisi kemanusiaan yang berkembang di sekitar proyek pembangunan nasional tersebut.

Melalui media sosial dan kanal YouTube yang dikelolanya, Dian kemudian dikenal luas sebagai salah satu dokumentator lapangan yang secara konsisten menghadirkan informasi mengenai perkembangan IKN. Pendekatan dokumentasinya yang berbasis observasi langsung membuat berbagai laporannya menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan Nusantara dari sudut pandang lapangan.

Sebelum sepenuhnya menekuni aktivitas dokumentasi, Dian bekerja sebagai Supervisor Administration di Balikpapan. Pada Oktober 2023, ia memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk fokus mendokumentasikan pembangunan IKN secara penuh. Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya sebagai dokumentator independen.

Dalam perjalanannya, Dian menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses, tekanan untuk menghapus dokumentasi tertentu, hingga dinamika opini publik yang kerap menempatkannya pada posisi yang berseberangan. Namun, ia tetap berupaya mempertahankan independensi, objektivitas, dan integritas dokumentasi yang dihasilkannya.

Selain dikenal melalui dokumentasi pembangunan IKN, Dian juga memperoleh perhatian karena konsistensinya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam ruang digital. Pada tahun 2024, ia menerima penghargaan dari Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur sebagai Pegiat Media Sosial yang Mengutamakan Bahasa Indonesia di Ibu Kota Nusantara. Baginya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian dari identitas dan sarana membangun keterlibatan masyarakat dalam narasi pembangunan nasional.

Kontribusi terbesarnya mendapat pengakuan nasional ketika Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menerima dan memverifikasi sejumlah arsip digital hasil dokumentasinya yang merekam perkembangan awal pembangunan IKN. Dokumentasi tersebut kemudian dinilai memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari upaya pelestarian memori kolektif bangsa. Atas kontribusi tersebut, pada peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 tahun 2026, Dian menerima penghargaan dari ANRI atas peran sertanya dalam penyelamatan dan pelestarian arsip yang bernilai guna bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pelestarian sejarah, Dian menyerahkan puluhan arsip digital hasil dokumentasi pembangunan IKN periode 2021–2022 kepada ANRI dan menyiapkan sekitar 1.200 video dokumentasi lainnya untuk diajukan secara bertahap guna melalui proses penilaian dan pengarsipan lebih lanjut. Langkah ini menandai transformasinya dari seorang kreator konten digital menjadi pelestari arsip sejarah yang berupaya memastikan rekaman awal pembangunan IKN dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Pada tahun 2026, Dian menerbitkan buku Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar. Buku tersebut memadukan kisah perjalanan hidup, refleksi pribadi, serta pengalaman mendokumentasikan pembangunan IKN dari sudut pandang seorang warga yang hadir langsung di tengah perubahan. Karya tersebut kemudian menjadi bahan diskusi akademik dalam kegiatan bedah buku yang diselenggarakan Universitas Djuanda dan mendapat apresiasi karena menghadirkan perspektif sosial, historis, dan kemanusiaan yang jarang muncul dalam narasi pembangunan pada umumnya.

Bagi Dian Rana, sejarah tidak hanya dibentuk oleh lembaga besar atau para pengambil kebijakan. Sejarah juga dibangun oleh individu-individu yang memilih untuk hadir, menyaksikan, merekam, dan menjaga jejak peristiwa. Melalui dokumentasi, arsip, dan karya tulisnya, ia berupaya menunjukkan bahwa langkah kecil seorang warga dapat menjadi bagian dari sejarah besar sebuah bangsa.