Dian Rana, Menulis Buku “Di Balik Layar Nusantara” tentang Perjalanan Pembangunan IKN
- dianrana.id@gmail.com
- 0 Comments
Nusantara, 12 Maret 2026 – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah menjadi salah satu proyek transformasi terbesar dalam sejarah Indonesia modern. Di balik pembangunan jalan, gedung pemerintahan, dan kawasan baru yang kini mulai berdiri, terdapat banyak cerita dari orang-orang yang menyaksikan prosesnya secara langsung.
Salah satu kisah tersebut datang dari Dian Rana, seorang warga yang selama beberapa tahun terakhir secara konsisten mendokumentasikan perkembangan kawasan IKN dari sudut pandang masyarakat. Melalui kamera sederhana dan rasa ingin tahu yang besar, ia berulang kali datang ke kawasan tersebut sejak masa awal pembangunan, ketika banyak area masih berupa hutan produksi dan jalan tanah yang sulit dilalui.
Pengalaman tersebut kini ia rangkum dalam sebuah naskah buku berjudul “Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar.” Buku ini menceritakan perjalanan seorang warga biasa yang menyaksikan perubahan besar di kawasan yang kelak menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia. Dalam buku tersebut, Dian Rana tidak hanya merekam perkembangan fisik pembangunan, tetapi juga pengalaman manusia di sekitarnya—mulai dari para pekerja konstruksi, warga lokal, hingga dinamika kehidupan di tengah kawasan yang sedang berubah menjadi ibu kota negara.
“Awalnya saya hanya ingin melihat bagaimana sebuah kota baru dibangun dari awal. Lama-lama saya merasa perlu menyimpan cerita itu, bukan hanya dalam video atau media sosial, tetapi dalam bentuk tulisan yang bisa bertahan lebih lama,” ujar Dian Rana.
Selama mendokumentasikan perkembangan IKN, Dian Rana mengalami berbagai pengalaman yang tidak selalu mudah. Mulai dari akses yang terbatas ke kawasan pembangunan, interaksi dengan pekerja di lapangan, hingga pergulatan pribadi ketika memutuskan meninggalkan pekerjaan tetap demi fokus pada kegiatan dokumentasi yang ia jalani. Sebagian perjalanan Dian Rana dalam mendokumentasikan perkembangan kawasan IKN juga pernah disinggung dalam liputan media internasional Rest of World dalam artikel berjudul “Indonesia taps influencers to convince people to move to its new, under-construction capital.” Artikel tersebut menyoroti peran kreator digital dalam menyebarkan informasi tentang pembangunan Nusantara, sekaligus menggambarkan dinamika yang dihadapi para kreator lokal dalam mengakses kawasan pembangunan. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa Dian Rana, yang berbasis di Sepaku—wilayah yang menjadi lokasi pembangunan IKN—merupakan salah satu kreator yang aktif mendokumentasikan perkembangan kawasan tersebut.
Bagi Dian Rana sendiri, dokumentasi tersebut bukan sekadar aktivitas media sosial. Ia melihatnya sebagai bagian dari upaya menyimpan jejak perjalanan sebuah kota yang sedang lahir.
“Sebagai warga biasa, saya sadar tidak berada di dalam struktur apa pun. Tetapi saya beruntung bisa menyaksikan proses ini secara langsung. Saya hanya ingin menyimpan cerita itu agar suatu hari nanti anak-anak saya tahu bahwa ayah mereka pernah melihat semua ini terjadi,” katanya.
Melalui buku Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar, Dian Rana berharap dapat menghadirkan perspektif berbeda tentang pembangunan IKN—bukan dari sudut pandang institusi atau kebijakan, melainkan dari pengalaman seorang warga yang hidup di sekitar proses tersebut. Buku ini diharapkan menjadi salah satu catatan alternatif mengenai perjalanan lahirnya Ibu Kota Nusantara, sekaligus refleksi tentang bagaimana perubahan besar dalam sejarah bangsa sering kali juga disaksikan dan dirasakan oleh orang-orang biasa yang berada di sekitarnya.
Dian Rana dikenal sebagai dokumentator audiovisual yang secara konsisten merekam perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara sejak tahap awal pembangunan. Ia juga merupakan penulis buku Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar yang mengangkat pengalaman langsung masyarakat di sekitar proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia.
